TOLEDO

Toledo pun mengalami perpindahan “pemilik”. Dari tangan Romawi, Toledo jatuh ke tangan Visigoth, lalu orang Moor berhasil merebutnya dan terakhir dikuasai kerajaan Katolik. Pesona sejarah peradaban di Toledo membuat kota ini terasa berbeda dengan kota laina.  Modernisasi memudarkan sebagian besar daerah bersejarah di kota-kota seperti Barcelona, Sevilla, Granada, bahkan Cordoba. Di sisi lain, Toledo, layaknya buku sejarah terbuka yang menggambarkan kota kuno dengan jalanannya yang sempit, berbatu, dan berkelok seperti labirin yang mengarah entah ke mana. Jalanan sempit di Toledo dikelilingi bangunan-bangunan kuno dengan perpaduan arsitektur muslim dan Kristen. Sisa reruntuhan peninggalan bangsa Romawi pun masih ada di luar benteng yang menutup kota. Di balik benteng tersebutlah terjaga tiga kultur agama. Selama berabad-abad tiga agama monoteisme, yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen, membuang jauh senjata dan hidup berdampingan dalam damai. Oleh sebab itu Toledo kerap dibandingkan dengan Yerusalem dan dianggap sebagai kota suci di Spanyol. Meski kini didominasi oleh gereja dan biara, pengaruh suku Gothic dan Arab masih terlihat pada arsitektur bangunan, dan Toledo masih menyimpan dua sinagog bersejarah. Di tengah kota berdiri megah Katedral besar Toledo bernama Catedral Primada Santa Maria de Toledo. Katedral bergaya gotik ini dibangun tepat di puncak bukit dan dihiasi relif-relif emas. Tidak jauh dari katedral itu terdapat Alcazar, sebuah benteng yang kini menjadi sekolah militer. Adapula Mezquita Cristo de la Luz, mesjid kecil yang dikonversi menjadi gereja. Gedung ini memadukan arsitektur Arab dengan kristen. Toledo juga memiliki beragam museum dan galeri seni, yang paling populer adalah museum El Greco. Museum tersebut menyimpan lukisan seniman Yunani El Greco. Selain bangunan bersejarah, kota kuno ini terkenal sebagai kota pembuat pedang dan kerajinan keramik. 

A %d blogueros les gusta esto: